BOLASAJA.COM – Timnas Indonesia U-17 sudah tersingkir dari Piala Asia U-17. Tepatnya adalah saat kalah di babak perempat final atau babak 8 besar melawan Korea Utara.
Dalam pertandingan Indonesia U-17 vs Korea Utara U-17 yang berlangsung di Stadion King Abdullah Sports City Hall, Jeddah, Arab Saudi pada Senin, 14 April 2025, Indonesia keok 0-6.
Akhirnya, Timnas Indonesia U-17 harus terpaksa angkat koper terlebih dahulu dari Jeddah, Arab Saudi, usai dikalahkan Korea Utara secara brutal. Anak-anak didik Nova Arianto harus terhenti.
Dalam laga tersebut, enam gol ke gawang Indonesia U-17 dicetak oleh enam pemain berbeda dari Korea Utara. Memastikan mereka melaju ke babak semifinal.
Usai menang atas Indonesia U-17 Di laga selanjutnya, mereka akan menghadapi Uzbekistan, sang juara tahun 2012, pada Kamis 17 April 2025.
Korea Utara di babak pertama lawan Indonesia U-17 langsung unggul cepat di menit ke-7. Sungguh permainan yang mengagetkan Indonesia U-17.
Tendangan sudut Pak Kwang Song berhasil dimanfaatkan oleh Choe Song Hun menjadi gol pertama ke gawang Indonesia. Kiper Dafa Al Gasemi tak mampu menghalau bola.
Di sisi lain, penjaga gawang Jong Hyon Ju tampil apik dalam menggagalkan percobaan dari Mierza Firjatullah, yang melepaskan tembakan dari sudut sempit di sisi kanan pada menit ke-13.
Pada menit ke-19, kapten Korea Utara, Kim Yu Jin, menambah gol kedua. Tendangannya mengenai pemain belakang Indonesia, Mathew Baker, dan membuat bola masuk ke gawang.
Selama 20 menit berikutnya, para pemain Indonesia berusaha keras mengejar ketertinggalan. Namun, pertahanan rapat Korea Utara membuat mereka kesulitan menciptakan peluang, bahkan tak ada satu pun tembakan tepat sasaran.
Memasuki babak kedua, Korea Utara kembali unggul di menit ke-48. Umpan tarik Park disambut oleh Ri Kyong Bong, yang tembakannya sempat membentur mistar gawang sebelum memantul masuk.
Skor kembali bertambah di menit ke-60 lewat tendangan penalti Kim Tae Guk, setelah terjadi handball oleh Putu Panji.
Tak lama setelah itu, Ri Kang Rim mencetak gol kelima setelah melewati dua pemain bertahan dan kiper Indonesia.
Gol keenam dicetak oleh Pak Ju Won di menit ke-77, memanfaatkan kesalahan Fabio Azkairawan saat mengantisipasi umpan sepak pojok. Bola langsung disambar dari tengah kotak penalti dan tak mampu dihentikan.
Dengan kemenangan telak ini, Korea Utara melaju ke semifinal dengan penuh percaya diri dan akan berjuang menambah gelar ketiga mereka di ajang Piala Asia U-17.
Pelatih Timnas Indonesia U-17, Nova Arianto mengungkapkan banyak pelajaran yang didapat oleh anak asuhnya usai kalah telak dari Korea Utara di Piala Asia U-17 2025.
Eks tangan kanan Shin Tae-yong itu pun membongkar sejumlah masalah Garuda yang harus diperbaiki untuk Piala Dunia U-17 2025.
Kekalahan itu terasa pahit dan antiklimaks, mengingat performa Timnas Indonesia U-17 sebelumnya mendapatkan banyak pujian.
Sebab Garuda Muda berhasil menyapu bersih tiga laga dengan kemenangan di fase grup. Masing-masing atas Korea Selatan (1-0), Yaman (4-1), dan Afganistan (2-0).
Nova Arianto sebagai pelatih Timnas Indonesia U-17, mengakui ketangguhan Korea Utara. Tapi dia enggan menyalahkan pemainnya dan memilih tetap memberikan pujian kepada anak asuhnya.
“Saya ucapkan selamat untuk Korea Utara yang bermain sangat luar biasa. Tetapi terlepas dari hasil ini saya ucapkan terima kasih kepada pemain saya yang bermain luar biasa malam ini,” katanya usai laga.
“Walaupun secara hasil tidak sesuai harapan kami, tetapi pemain lebih belajar dari situasi ini agar lebih siap lagi di Piala Dunia U-17 nanti,” tambah Nova Arianto.
Nova Arianto sadar, evaluasi jelas diperlukan oleh Timnas Indonesia U-17. Dia menyebut ada sejumlah masalah yang dimiliki Garuda Muda dan menjadi pekerjaan rumah (PR) besar tim pelatih.
“Secara evaluasi pastinya kita akan lakukan setelah pertandingan ini, tetapi secara garis besarnya mental pemain luar biasa, walaupun secara permainan dan pengambilan keputusan di lapangan kita masih banyak yang harus kita perbaiki,” ungkap Nova.
Piala Dunia U-17 2025 rencananya akan dimainkan di Qatar pada 3-27 November mendatang. Artinya ada waktu tujuh bulan bagi Timnas Indonesia U-17 untuk mematangkan persiapan dan membereskan masalah-masalah yang ada.
“Itu jadi PR kami di lima bulan ke depan bagaimana kita lebih mempersiapkan pemain dari segi, bukan hanya secara fisik, secara mental, tetapi secara skill individu juga itu yang harus kita tingkatkan,” tuturnya.
“Ke depannya pemain harus lebih siap, harus bisa lebih bekerja keras karena kita akan menghadapi event lebih besar, Piala Dunia, pastinya butuh effort yang luar biasa dari pemain,” pungkas Nova Arianto. (*)
